SABLON KAOS POLO SHIRT / KAOS POLO ANDROID

sablon-kaos-android-2 sablon-kaos-android-1

Kami juga bisa membuat sablon kaos pada polo shirt atau kaos polos atau kaos kerah. Ini adalah kaos polo berbahan cotton pique 20s warna abu misty. Jenis bahan ini banyak dipakai oleh polo shirt bermerek terkenal seperti Lacoste atau Polo Ralph Lauren. Seperti yang terlihat di gambar, polo shirt ini di-design dengan logo android di bagian depan dan belakang kaos. Jadilah kaos ini sebuah kaos android yang simple dan menarik.

http://sablonkaosjogja.com

SABLON KAOS KOMBINASI P&Q COMMUNITY

sablon-kaos-komunitas-jogja-2 sablon-kaos-komunitas-jogja-1

Ini adalah sablon kaos yang dipesan oleh sebuah komunitas di Jogja. Kaos ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses produksinya. Designnya menggunakan kombinasi 3 warna bahan yaitu warna biru donker pada badan kaos, warna orange pada lengan dan rib/kerah kaos, serta warna putih pada sambungan antara badan dan lengan kaos. Semua bahan tersebut menggunakan bahan kaos cotton combed 20s standar distro.

Sablon menggunakan sablon rubber 4 warna. Untuk menghasilkan warna yang mengkilap, proses penyablonan dilakukan dengan cara melapis sablon 2x. Serumit apapun design kaos Anda, kami siap membantu untuk mewujudkannya.

http://sablonkaosjogja.com

SABLON KAOS KOMUNITAS REFORMATA

vox02 vox01

Sablon kaos dengan design simple dan menarik ini kami produksi untuk sebuah komunitas gereja di Kota Kudus, Jawa tengah. Kaos ini dibuat menggunakan kaos polos cotton combed 20s jahit rantai standar distro warna biru turkis muda. Sablon kaos menggunakan sablon manual dengan tinta sablon rubber warna putih. Kami menerima pesanan sablon baik dari kota Jogja maupun dari luar kota Jogja. Hubungi kami jika Anda hendak memesan kaos.

Http://sablonkaosjogja.com

SABLON KAOS KOMUNITAS PEMUDA GMIM

sablon-kaos-jogja-2 sablon-kaos-jogja-1

Ini adalah sablon kaos rohani yang dipesan oleh sebuah komunitas pemuda Katolik. Kaos ini menggunakan bahan kaos polo cotton combed 20s warna biru baby. Sablon menggunakan sablon rubber tipis sehingga hasil sablonan menyerap pada permukaan kaos dan tetap awet.

Design pada bagian depan menggunakan 3 warna sementara bagian belakang 2 warna sablon. Bagi anda yang ingin memesan sablon kaos sejenis jangan ragu lagi untuk segera menghubungi kami.

http://sablonkaosjogja.com

MENGENAL JENIS-JENIS TINTA SABLON MANUAL

Sebelum membuat kaos baik kaos satuan maupun lusinan, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis sablon manual. Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.

JENIS CAT WATERBASE
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:

CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

Sumber: Basic Screen Printing for T-Shirt, Benny Raharja

MENGENAL JENIS-JENIS BAHAN KAOS

Sebelum membuat sebuah kaos, ada baiknya kita sedikit lebih mengenal jenis-jenis bahan kaos.

JENIS BAHAN KAOS BERDASARKAN PROSES PEMBUATANNYA

A.WOVEN
Woven sebenarnya tidak bisa disebut kain kaos, karena pada kenyataannya woven tidak pernah digunakan sebagai bahan kaos. Woven adalah kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Sering disebut kain tenun. Bahan woven cirinya tidak dapat di tarik. Jenis kain woven banyak digunakan untuk kemeja.
B. KNITTING
Ini adalah jenis yang banyak digunakan untuk kain kaos. Kain knitting dibuat dari jeratan – jeratan benang / mengaitkan benang dengan benang , sering di sebut kain rajut. Cirinya kain ini dapat di tarik atau elastis. Contoh dari kain rajut : cotton, jersey, interlock, rib, single jersey, tricot dll.

JENIS BAHAN KAOS BERDASARKAN PROSES PEMBUATANNYA

1. COTTON
A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus. Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata. Jenis bahan ini paling lembut dan banyak dipakai untuk distro clothing.

cottoncombed2

B. COTTON CARDED
Serat benang kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC (TETERON COTTON)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

JENIS BENANG

Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.

1. BENANG 20S

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

JENIS BAHAN KAOS BERDASARKAN TIPE RAJUTAN

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20′S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20′D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

JENIS BAHAN KAOS BERDASARKAN FINISHING:

Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.

1. TUBULAR/BULAT

Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.

2. OPENSET/FINISH BELAH

Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus. Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.

3. MERCERIZED/NON MERCERIZED

MERCERIZED:
jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras. Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti: Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.

NON MERCERIZED:
Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur. Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.

4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT

Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.

SABLON KAOS DENGAN PRINTER DTG (DIRECT TO GARMENT)

Teknologi sablon manual dan sablon digital untuk industri garmen khususnya kaos sepertinya akan segera berubah. Hal ini dikarenakan telah hadirnya sebuah teknologi yang saat ini sedang menjadi fenomena di industri garmen yaitu teknologi mesin printer Direct To Garment (DTG). Dengan mesin printer DTG anda tidak memerlukan mesin press, screen ataupun transfer paper untuk mencetak disain anda pada t-shirt atau kaos.

Dengan printer DTG ini anda bisa langsung mencetak gambar disain yang dibuat di komputer langsung ke kaos, seperti halnya anda mencetak dokumen ke kertas yang kita kenal selama ini. Tentu saja hal ini akan sangat mempercepat proses produksi. Dan yang menjadi kelebihan utama printer DTG adalah bisa mencetak berbagai warna tanpa terkecuali, dengan berbagai bentuk atau gradasi yang selama ini merupakan keterbatasan dari sablon manual maupun sablon digital. Printer DTG juga mampu mencetak disain di berbagai jenis permukaan kaos atau t-shirt. Sehingga printer DTG ini mampu memproduksi kaos-kaos dengan kualitas distro.

Kini industri garmen begitu bergairah dengan kehadiran teknologi printer DTG ini. Gaung hadirnya teknologi DTG ini begitu luar biasa di dunia, khususnya melalui promosi-promosi di blog-blog, pameran industri dan perdagangan, dan di ruang-ruang yang membahas disain garmen dan apparel baik offline maupun online.

printerkaosdtg

Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh printer DTG:

1.      Proses cetak disain ke kaos polos yang lebih cepat dan lebih mudah.

2.      Bisa mencetak semua warna tanpa terkecuali, dengan hasil yang lebih terang dan lebih kuat karena tinta bisa menyatu dengan bahan kain.

3.      Disain bisa dicetak pada kaos polos berbahan katun combed 20S dan 30S yang merupakan bahan yang umum dipakai dalam produksi kaos atau t-shirt.

4.      Tidak memerlukan mesin press atau transfer paper seperti pada sablon digital.

5.      Biaya cetak bisa menjadi lebih murah dan tidak memerlukan minimum kuantiti seperti halnya pada sablon manual yang menggunakan screen untuk setiap disainnya.

PROSES SABLON KAOS MANUAL

Sablon manual, sampai saat ini masih menjadi andalan para pelaku industri kaos. Hal ii dikarenakan kualitasnya yang masih belum bias ditandingi oleh sablon digital, terutama dari segi durabilitas atau keawetan hasil sablon. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami proses sablon manual.

1. Tahapan Pra Cetak, yang termasuk dalam tahapan ini adalah :

Proses Design

Proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu suatu proses pencitraan sehingga ide / gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret ( biasanya disebut design / artwork ).

Misalkan, anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang memakan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet tersebut. Pada saat itu, gambaran tersebut hanya ada di benak / imajinasi anda dan belum memiliki bentuk pencitraan yang konkret.

Nah tugas anda selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, bagaimana caranya ? ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography ( mengambil photo monyet yang sedang makan pisang ), dengan gambar tangan ( hand drawing ), dan lain sebagainya.

Pada intinya adalah, proses design mengubah ide / gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret, yang dapat dilihat oleh semua orang ( kecuali orang buta dan rabun ), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda tersebut dapat diolah menjadi Film / Klise Sablon.

Pembuatan Film / Klise Sablon

Sekarang anda telah memiliki design yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menjadi Film / Klise Sablon.

Proses Stencil / Afdruk / pembuatan film sablon.

Setelah anda memiliki Film / Klise Sablon, maka saatnya untuk memindahkan gambar / image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen sablon. Screen ini berbentuk khusus dengan frame dari kayu dan biasanya bisa dibeli di took-toko penjual alat sablon. Pembahasan cara afdruk akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Persiapkan Meja Kerja anda

ini sangat penting sebelum anda memulai proses pencetakan, sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba – tiba tinta yang anda gunakan habis, atau anda lupa untuk menyediakan tempat untuk pengeringan media yang baru dicetak, dan lain sebagainya.

2. Tahapan saat Cetak

Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar. Karena tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring / screen.

Selain itu, pelajari sifat – sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak setiap tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin anda perlu ketahui adalah : kecepatan tinta untuk mengering, biasanya ini menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses pencetakan, anda perlu melancarkan kembali pori – pori kain saring / screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut, karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat terbentuk dengan sempurna.

Catatan : salah satu kelebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan t-shirts adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan bila anda meninggalkannya diatas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curing untuk mengeringkannya.

3. Tahapan Pasca Cetak

Ada tiga hal ( bisa lebih ) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :

Proses Drying

Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami ( penjemuran – cukup diangin –anginkan saja ) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).

Proses Curing

Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).

proses sablon manual

Mengenal Jenis Sablon Kaos Digital

Di dunia sablon kaos ada dua jenis teknik sablon yang digunakan, yaitu sablon manual (screen printing) dan sablon digital (digital printing). Dalam artikel ini akan dibahas jenis-jenis sablon digital yang biasa digunakan.

1. Sablon Digital Transfer Paper

 

Sablon digital jenis ini adalah menggunakan kertas khusus sebagai media untuk mentransfer disain/gambar ke permukaan kaos. Jenis kertas yang digunakan ada 2 macam, yaitu, untuk kain warna terang (light fabric) dan untuk kain warna gelap (dark fabric).

Kelebihan dari sablon jenis ini adalah:

  • Gambar atau disain serumit apapun dan dengan warna sekompleks apapun bisa disablon ke kain. Karena disain diprint ke transfer paper kemudian dipindahkan dengan proses pengpresan dengan suhu 100 -150oC.
  • Proses produksi sablon jenis ini berlangsung cepat.
  • Bisa dilakukan untuk macam-macam bahan, katun, polyester, polycotton, silk, kanvas, dll.

Kekurangan sablon digital transfer paper diantaranya:

  • Perlu perawatan khusus, terutama saat mencuci, tidak boleh disikat/dikucek, tidak boleh pakai bleach, bagian gambar tidak boleh diseterika.
  • Walaupun sudah dirawat dengan baik pun setelah 10 – 20X cuci gambar tetap akan terkelupas.

Sablon kaos jenis ini cocok untuk event-event yang sifatnya incidental, pilkada, launching produk dll.

proses-sablon-digital-transfer-paper

2. Sablon Digital Sublimation

 

Mirip dengan transfer paper, bedanya sablon ini menggunakan tinta khusus sublime dan untuk kualitas lebih baik bisa menggunakan kertas khusus sublimation. Proses sablon digital sublimation yaitu mencetak disain pada kertas sublimation menggunakan printer inkjet (Epson). Kemudian dipress menggunakan hotpress dengan temperature 200 – 250oC.

Kelebihan sablon digital sublimation:

  • Proses cepat dan warna disain menjadi lebih cerah pada kaos polyester.

Kekurangannya:

  • Hanya bisa untuk kaos warna terang.
  • Hanya bisa untuk kaos yang ada bahan polyesternya.

3. Sablon Digital Duracotton

 

Sablon digital ini mirip dengan sablon sublimation tinta yang dipakai pun tinta sublime, tapi sablon jenis ini bisa dilakukan pada kaos berbahan katun. Proses sablon duracotton adalah mencetak disain pada kertas khusus duracotton kemudian ditransfer ke kaos dengan hotpress bersuhu 200oC.

Kelebihan sablon digital duracotton:

  • Proses sablon bisa pada kaos berbahan katun.

Kekurangan:

  • Hanya bisa digunakan untuk warna kaos terang atau putih.
  • Warna tinta tidak secerah sablon digital sublimation.

4. Sablon Digital Ecosolvent

 

Sablon ini menggunakan tinta khusus ecosolvent yang digunakan untuk mencetak disain dari wide format printer. Disain akan diprint pada kertas khusus untuk tinta ecosolvent. Kemudian kertas dipotong dengan plotter sesuai dengan disainnya, selanjutnya dipress dengan suhu 200oC.

Kelebihan:

  • Waterproof
  • Full color
  • Bisa dibahan kain apa saja (termasuk pakaian olahraga air)

Kekurangan:

  • Modal besar (mesin wide format dan cutting plotter)

5. Sablon Digital DTG (Direct To Garment)

 

Sablon DTG print langsung ke kaos. Sablon ini memerlukan mesin printer khusus untuk garment. Merk mesin DTG yang terkenal saat ini adalah Kiosk. Sablon DTG menggunakan tinta khusus yang bisa meresap ke dalam kain dan tidak luntur.

Kelebihan:

  • Bisa mencetak berbagai disain hingga yang rumit dan full color.
  • Bisa digunakan untuk kaos yang berbahan katun.
  • Proses cepat dan mudah.
  • Bisa untuk semua warna kaos.

Kekurangan:

  • Harga printer DTG saat ini masih sangat mahal.

Selain sablon digital seperti yang dijelaskan diatas masih ada jenis sablon digital lain seperti: sablon digital Flex , dan Flock.